Rabu, 06 Juni 2012

Contoh Ceramah


“Dengan Kesadaran Jiwa dan Ketulusan Hati Kita Tingkatkan
Keimanan Kepada Allah Swt”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi robbil ‘alamin wabibihi nasta’inu ‘ala umuri ddun’ya waddin. Wassholatu wassalamu’ala asyrofill anbiyai walmursalin sayyidina muhammadin wa ’ala alihi wassobbihi aj’ma’in. Ammaba’du.
          Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah sehingga kita semua masih sempat berkumpul di tempat yang sederhana ini. Tak lupa pula kita kirimkan sholawat dan salam kepada nabiyullah Muhammad Saw sekaligus sebagai suri tauladan yang telah membawa ummatnya dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang.
Hadirin walhadirat yang sama-sama dirahmati Allah Swt,
          Pada kesempatan kali ini, izinkanlah saya menyampaikan sepatah dua kata mengenai ceramah yang berjudul “Dengan Kesadaran Jiwa dan Ketulusan Hati Kita Tingkatkan Keimanan Kepada Allah SWT”.  Kalau kita cermati judul tersebut, yang menjadi point penting dan yang perlu digaris bawahi, yaitu :
1.  Kesadaran Jiwa
          Hadirin walhadirat yang sama-sama dimuliakan Allah swt,
          Seperti yang kita lihat di zaman modern ini perbuatan fasik/keji , mungkin bukan lagi hal asing bagi kita semua. Karena kenapa ? seperti yang kita lihat di sekeliling kita dan bahkan di tayangan tv-tv selalu saja yang disiarkan hanyalah berita tentang tindakan-tindakan yang buruk dan melanggar norma, seperti berita kriminal diantaranya pencurian, perampokan, penganiayaan dan masih banyak lagi. Dari hal-hal ini muncullah suatu pertanyaan  apakah yang sedang terjadi dengan dunia saat ini ? Perbuatan keji dimana-mana, zina, video-video beredar yg tidak layak untuk ditonton. Bahkan semua. Sekali kita bertanya, apakah memang kita diciptakan untuk berbuat seperti itu ? na’uzubillahi mindzolik.
          Hadirin walhadirat yang sama-sama dirahmati oleh Allah,
          Allah berfirman dalam surah adzzariyat : 56 yang berbunyi :

Artinya :
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
          Semua perbuatan yang saya sebutkan tadi merupakan dosa yg menimbulkan kemarahan besar terhadap Allah Swt. Nah, dari firman Allah tersebut, sekarang kita tahu bahwa tujuan diciptakannya munusia tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Maka dari itu, sudah sepatutnya lah kita sadar bahwa segala apa yang kita kerjakan semuanya disaksikan oleh allah dan juga semua perbuatan kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban akhirat kelak. Insyaallah.
          Selain itu, Allah juga berfirman dalam QS. Ar-Ra'du (13):11

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
          Dalam ayat ini dapat kita simpulkan  bahwa kesadaran sangatlah penting dalam meningkatkan iman kita kepada allah swt.  Karena, tanpa kesadaran maka kita tidak akan mencapai hasil dengan maksimal. Jadi, sudah sepatutnyalah kita sadar akan tujuan kita diciptakan agar senantiasa kita jauh dari perbuatan fasik dan kembali ke jalan yg diridai oleh allah SWT.
2.  Ketulusan Hati
Hadirin walhadirat yang sama-sama dimuliakan Allah Swt,
          Telah kita uraikan mengenai kesadaran jiwa. Selanjutnya mengenai ketulusan hati. Namun sebelum itu, perlu diketahui arti dari kata tulus ini. Tulus sering diidentikkan dengan ikhlas yang artinya melakukan sesuatu tanpa meminta imbalan atau dengan kata lain tanpa pamrih. Setelah poin pertama tadi kita laksanakan yakni menyadari akan tujuan kita diciptakan, maka perwujudannya itu haruslah dilakukan dengan hati dan niat yg ikhlas karena allah Swt. Karena, meskipun kita melakukan ibadah sebanyak-banyaknya, akan tetapi apabila tidak dilandasi dengan niat dan ketulusan hati, maka semua amal itu tetap akan sia-sia. Jadi, sudah sepatutnyalaah kita awali kegiatan atau pekerjaan kita dengan niat dan hati yang tulus, agar perbuatan itu bisa bernilai ibadah dan mendapat pahala di sisi-Nya.
3.  Iman Kepada Allah
          Hadirin walhadirat yang sama-sama dirahmati oleh Allah Swt,
          Seperti yang kita ketahui, bahwa iman artinya percaya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa iman kepada allah swt itu artinya percaya dan meyakini bahwa allah itu benar-benar ada dan tidak ada keraguan dari padanya. Namun, dalam hal ini, bukan hanya memepercayai dan meyakini saja. Akan tetapi, harus diwujudkan dalam bentuk nyata, yakni dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi  segala larangan-Nya.
          Iman kepada Allah merupakan salah satu rukun iman, bahkan iman kepada Allah merupakan rukun iman yang paling pertama. Hal ini berarti, tidak meyakini akan adanya Allah, berarti kita termasuk orang yang kafir dan tentunya akan dimasukkan ke dalam api neraka.
          Rasulullah bersada : Ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu kita masih ada dalam kebaikan, kita beruntung. Namun, bila ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu membuat kita ada di luar koridor ajaran Rasulullah saw., maka kita celaka. (Ahmad)

          Dari uraian yang talah saya sampaikan sebelumnya,  yaitu point pertama dan kedua, tentu erat kaitannya dengan point yang ketiga ini. Karena, tanpa dilandasi dengan kesadaran jiwa dan hati yang tulus, tentu kita tidak akan sampai pada point yang ketiga ini, yakni iman kepada Allah Swt.
          Jadi, berdasarkan uraian yg telah saya sampaikan tadi, saya dapat menarik kesimpulan bahwa iman kepada Allah Swt itu perlu ditingkatkan, mengingat di era globalisasi ini semakin banyak dan semakin kuat pengaruh yang bisa menjerumuskan kita ke dalam lembah kefasikan. Hal itu dapat dilakukan dengan menyadari siapa kita sebenarnya dan apa tujuan kita diciptakan, selain itu, mengawali setiap kegiatan dengan niat dan hati yg tulus. Sebagaimana dalam firman Allah yang telah disebutkan tadi. Karena kebahagiaan yang hakiki hanya dapat diraih dengan meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita, sehingga dengan kualitas iman dan taqwa inilah Allah akan memberikan hidayah-Nya kepada kita.
          Mungkin, cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Namun, sebelum saya menutup ceramah ini, saya punya syair untuk kalian semua , yaitu :
Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali
sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa
Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang bodoh itu
sesekali dilawan dan ditantang. Atau katakan saja pada mereka,
Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa
maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf
         
          Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Wabillahi taufiq walhidayah
          Wassalamualikum warahmatullahi wabarakatuh…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar