Rabu, 30 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI (Uji Urine)


Uji Urine
Tujuan :                Mengetahui pH urine dan adanya protein, gula, dan klorida   dalam urine.
Alat dan Bahan :         
-         Tabung reaksi                  - Larutan biuret
-         Rak tabung reaksi            - larutan Fehling A dan B
-         Penjepit tabung reaksi             - Urine
-         Indikator universal         - Korek api
-         Pembakar spiritus
Cara kerja :
I.                   Mengukur pH Urine
1.     Sediakanlah 1 sampai 2 ml urine dan masukkan ke dalam tabung reaksi.
2.     Ujilah pH urine dengan menggunakan kertas indicator universal, kemudian cocokkan warnanya dengan standar pH dan catatlah hasilnya.
II.                Uji Kandungan Protein dan Urine
1.     Isilah tabung reaksi dengan urine setinggi 2 ml.
2.     Masukkanlah ke dalam tabung tersebut 5 tetes larutan Biuret dan biarkan bercampur kira-kira 5 menit.
3.     Amatilah perubahan yang terjadi pada tersebut dan catatlah hasilnya.
III.             Uji Kandungan Glukosa dalam Urine
1.     Isilah tabung reaksi dengan urine setinggi 2 ml.
2.     Masukkanlah ke dalam tabung tersebut 5 tetes larutan Fehling A dan B
3.     Panaskanlah tabung tersebut dengan pembakar spiritus sekitar 2 menit.
4.     Amatilah perubahan yang terjadi pada tabung tersebut.
Hasil Pengamatan
No.
Urine
Uji Urine
Keterangan
pH
Fehling A dan B
Biuret
1.
Ria Reski Ramadhani
5
Hijau
kuning
pH          : Dehidrasi
Fa & Fb  : - gula
Biuret     : - protein
2.
A. Chandra Purnama
5
Hijau +
Kuning
pH          : Dehidrasi
Fa & Fb  : - gula
Biuret               : - protein
3.
Anugrah
5
Hijau tua
Kuning
pH          : Dehidrasi
Fa & Fb  : - gula
Biuret      : - protein



Pertanyaan :
1.      Berapakah pH urine ? apakah arti dari pH urine tersebut ?
2.      Bagaimanakah reaksi urine setelah ditetesi larutan Biuret ? apa arti dari perubahan itu ?
3.      Bagaimanakah reaksi urine setelah ditetesi Fehling A dan B ? apa arti dari perubahan itu ?
4.      Apa fungsi dari larutan Biuret, dan Fehling A & B pada percobaan tersebut ?
Jawaban :
1.      pH dari ketiga urine adalah 5. Artinya dehidrasi atau kekurangan cairan.
2.      Urine berwarna kuning. Artinya kekurangan protein
3.      Urine berubah menjadi warna hijau. Artinya kekurangan glukosa.
4.      - larutan biuret :
untuk mengetahui indikasi seseorang  kekurangan atau kelebihan protein.
-      Larutan Fehling A dan B :
untuk mengetahui indikasi seseorang kekurangan atau kelebihan glukosa.



Teori :
Urine terbentuk setelah melalui proses penyaringan darah di ginjal. Darah masuk ginjal melalui pembuluh nadi ginjal. Ketika berada di dalam membran glomenulus, zat-zat yang terdapat dalam darah (air, gula, asam amino dan urea) merembes keluar dari pembuluh darah kemudian masuk kedalam simpai/kapsul bowman dan menjadi urine primer. Proses inidisebutfiltrasi.
Urine primer dari kapsul bowman mengalir melalui saluran-saluran halus (tubulus kontortokus proksimal). Di saluran-saluran ini zat-zat yang masih berguna, misalnya gula, akan diserap kembali oleh darah melalui pembuluh darah yang mengelilingi saluran tersebut sehingga terbentuk urine sekunder. Proses ini disebut reabsorpsi.
Urine sekunder yang terbentuk kemudian masuk tubulus kotortokus distal dan mengalami penambahan zat sisa metabolism maupun zat yang tidak mampu disimpan dan akhirnya terbentuklah urnine sesungguhnya yang dialirkan ke kandung kemih melalui ureter. Proses ini disebut augmentasi. Apabila kandung kemih telah penuh dengan urne, tekanan urine pada dinding kandung kamih akan menimbulkan rasa ingin buang air kecil atau kencing.
Urine mengandung zat padat sebesar 4 persen dan 96 perse air. Zat-zat padat yang ada dalam urine adalah sebagai berikut :
a.   Urea, air dan ammonia sebagai sisa perombakan protein
b. Zat warna empedu yang member warna kuning pada urine
c.   Zat-zat yang berlebihan dalam darah misalnya vitamin, sisa obatan,
d.Garam-garaman khususnya garam dapur.
Banyaknya urine yang dikeluarkan dari dalam tubuh seseorang yang normal sekitar 5 liter setiap hari. Factor yang mempengaruhi pengeluaran urine dari dalam tubuh tergantung dari banyaknya ar yang diminum dan keadaan suhu apabila suhu udara dingin, pembentukan urine meningkat sedangkan jika suhu panas, pembentukan urine sedikit.
Pada saat kita minum banyak air, kelebihan air akan dibuang melalui ginjal. Oleh karena itu jika banyak minum akan banyak mengeluarkan urine. Warna urine setiap orang berbeda-beda. Warna urine biasanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dimakan, jenis kegiatan atau dapat pula disebabkan oleh penyakit. Namun biasanya warna urine normal berkisar dari warna bening sampai warna kuning pucat.

Kesimpulan :
               Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa semua siswa yang telah mengadakan tes urine, rata –rata kekurangan air/ dehidrasi. Untuk menghindari hal tersebut, maka dianjurkan untuk minum air 2 liter perhari. Biasanya warna urine normal berkisar dari warna bening sampai warna kuning pucat.


Dokumentasi Praktek :
1.     Pada saat memasukkan urine pada tabung reaksi








2.     Pada saat mengukur pH urine







3.     Pada saat ditetesi larutan Biuret dan larutan Fehling A dan B










4.     Pada saat memanaskan urine










5.     Hasil akhir urine
·        Sebelum dipanaskan





·        Setelah dipanaskan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar